PERAIRAN LAUT

Morfologi Dasar Laut
Laut dibagi menjadi tiga bagian yaitu pantai ( daerah antara daratan dan lautan ), pesisir ( daerah yang lebih luas dari pantai ), laut ( wilayah perairan yang memisahkan pulau )
1. Morfologi Dasar Laut
- Continental shelf ( paparan benua dengan kedalaman kurang dari 200 meter )
- Continental Slope ( lereng benua dengan kedalaman antara 200 sampai 3000 meter )
- Palung ( berbentuk menyerupai huruf V dan memiliki kedalaman lebih dari 6000 meter ). Ini adalah bagian terdalam dari lautan, bahkan palung laut izzu di filipina mencapai kedalaman 10,000 meter.
- Punggun samudra ( dasar laut yang mengalami peningkatan sehingga terbentuk jalur pegunungan )
- Guyot ( gunung dasar laut yang puncaknya belum sampai di permukaan laut )

Hewan Laut Dalam
- Transgresi ( naiknya permukaan laut )
- Ingresi ( dasar laut mengalami penurunan )
- Regresi ( pengangkatan dataran dan air laut menyempit )
3. Berdasarkan Kedalamannya
- Zona Litoral ( wilayah pesisir )
- Zona Neritik ( wilayah pasang surut )
- Zona Batial ( laut dalam sampai 2000 meter )
- Zona Abisal ( laut sangat dalam lebih dari 2000 meter ), jangan di bayangkan tenggelam di laut jenis ini

Warna Air Laut
- Gelombang ( naik turunnya air laut dan tidak disertai perpindahan volume air tersebut )
- Pasang surut ( terjadi akibat gaya grafitasi matahari dan bulan )
- Arus laut ( gerakan masa air laut dalam jumlah yang besar )

Gelombang Laut
- Suhu ( panas dinginnya air laut akibat dari sinar matahari )
- Warna Air Laur ( tergantung pada organisme, jenis endapan, zat yang terlarut )
- Salinitar ( tingkat kadar garam air laut )
UKBM
1. Buatlah uraian tentang tsunami dengan sub bab
- Pengertian tsunami
- Penyebab terjadinya
- Dampak yang ditimbulkan
- Potensi terjadinya di Indonesia
- Hal-hal yang perlu di perhatikan saat terjadi stunami
No comments:
Post a Comment